Menjalankan bisnis bukan hanya tentang menjual produk dan mendapatkan keuntungan. Di tengah persaingan yang semakin ketat, pelaku usaha perlu memiliki strategi yang tepat agar bisnis dapat bertahan, menarik pelanggan, dan terus berkembang.
Perubahan teknologi juga membuat cara menjalankan bisnis ikut berubah. Pelanggan kini dapat menemukan produk melalui media sosial, marketplace, mesin pencari, hingga berbagai platform digital lainnya. Karena itu, pemilik bisnis perlu memahami kebutuhan pelanggan sekaligus mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan usahanya.
Lalu, strategi apa saja yang dapat diterapkan agar bisnis berkembang? Berikut beberapa tips dan strategi bisnis yang dapat dijadikan panduan.
1. Kenali Target Pasar
Salah satu dasar penting dalam menjalankan bisnis adalah memahami siapa target pelanggan yang ingin dituju.
Jangan hanya berpikir bahwa produk yang dijual dapat digunakan oleh semua orang. Tentukan kelompok pelanggan yang paling membutuhkan produk atau layanan tersebut.
Beberapa hal yang dapat dianalisis antara lain:
- Usia pelanggan
- Lokasi pelanggan
- Kebutuhan dan masalah yang dihadapi
- Kebiasaan berbelanja
- Kemampuan membeli
- Produk yang sering dicari
- Media yang sering digunakan
Dengan mengetahui target pasar, bisnis dapat membuat produk dan strategi pemasaran yang lebih sesuai.
Sebagai contoh, bisnis makanan ringan untuk pelajar tentu membutuhkan pendekatan pemasaran yang berbeda dengan bisnis perlengkapan kantor untuk perusahaan.
2. Tentukan Keunggulan Produk
Persaingan bisnis membuat pelanggan memiliki banyak pilihan. Oleh karena itu, bisnis perlu memiliki alasan yang membuat pelanggan tertarik memilih produk yang ditawarkan.
Keunggulan tersebut tidak selalu harus berupa harga murah.
Keunggulan bisnis dapat berupa:
- Kualitas produk
- Pelayanan yang cepat
- Desain yang menarik
- Kemudahan pemesanan
- Kemasan yang unik
- Garansi atau layanan purna jual
- Produk yang memiliki ciri khas
- Respons terhadap pelanggan yang baik
Cobalah menjawab pertanyaan sederhana: “Mengapa pelanggan harus memilih produk saya?”
Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat menjadi dasar untuk membangun strategi pemasaran dan branding.
3. Bangun Identitas Merek yang Konsisten
Branding bukan hanya tentang logo. Identitas bisnis mencakup bagaimana pelanggan mengenali dan mengingat sebuah usaha.
Mulailah dengan menentukan nama bisnis, logo, warna, gaya komunikasi, serta karakter yang ingin ditampilkan.
Misalnya, sebuah bisnis ingin dikenal sebagai usaha yang modern dan profesional. Maka desain visual, konten media sosial, kemasan, hingga cara berkomunikasi dengan pelanggan sebaiknya memiliki karakter yang konsisten.
Brand yang konsisten akan membantu bisnis terlihat lebih profesional dan mudah dikenali.
4. Manfaatkan Media Sosial
Media sosial dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan produk dan membangun hubungan dengan pelanggan.
Tidak harus langsung menggunakan semua platform. Pilih platform yang paling sesuai dengan target pasar dan kemampuan bisnis.
Konten yang dapat dibuat antara lain:
- Foto produk
- Video demonstrasi
- Tips yang berkaitan dengan produk
- Testimoni pelanggan
- Proses pembuatan produk
- Promo
- Edukasi
- Cerita di balik bisnis
Hindari membuat seluruh konten hanya berisi promosi. Berikan juga informasi atau hiburan agar audiens memiliki alasan untuk mengikuti akun bisnis.
5. Optimalkan Penjualan melalui Marketplace
Bagi bisnis yang menjual produk secara online, marketplace dapat membantu memperluas jangkauan calon pelanggan.
Agar toko online terlihat lebih profesional, perhatikan beberapa hal seperti:
- Gunakan foto produk yang jelas.
- Buat judul produk yang mudah dipahami.
- Tulis deskripsi produk secara lengkap.
- Cantumkan variasi dan ukuran dengan jelas.
- Gunakan harga yang sesuai dengan pasar.
- Kelola stok secara rutin.
- Balas pertanyaan pelanggan dengan cepat.
- Perhatikan ulasan dan penilaian pelanggan.
Bank Indonesia juga memasukkan onboarding UMKM ke e-commerce sebagai salah satu bagian dari strategi digitalisasi untuk memperluas akses pasar.
6. Gunakan Digital Marketing secara Terencana
Digital marketing tidak hanya berarti mengunggah konten di media sosial. Pemasaran digital dapat mencakup berbagai aktivitas seperti SEO, media sosial, email marketing, iklan digital, marketplace, dan pembuatan konten.
Agar lebih efektif, buatlah tujuan yang jelas.
Misalnya:
Tujuan: meningkatkan jumlah calon pelanggan.
Kemudian tentukan strategi:
Konten → menjangkau audiens → mengarahkan ke website atau marketplace → menghasilkan pembelian.
Dengan alur yang jelas, aktivitas pemasaran akan lebih mudah dievaluasi.
7. Buat Website Bisnis
Website dapat menjadi pusat informasi resmi sebuah bisnis.
Melalui website, pelanggan dapat mengetahui:
- Profil perusahaan
- Produk atau layanan
- Harga
- Kontak
- Lokasi
- Portofolio
- Testimoni
- Artikel atau informasi lainnya
Website juga dapat membantu membangun kepercayaan karena pelanggan memiliki tempat untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai bisnis.
Untuk bisnis yang ingin berkembang secara digital, website dapat dipadukan dengan SEO agar informasi mengenai produk lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.
8. Dengarkan Kebutuhan Pelanggan
Pelanggan merupakan salah satu sumber informasi penting untuk mengembangkan bisnis.
Jangan hanya melihat komplain sebagai sesuatu yang negatif. Keluhan pelanggan dapat menjadi masukan untuk memperbaiki produk dan pelayanan.
Cobalah perhatikan:
- Produk apa yang paling sering ditanyakan?
- Apa yang membuat pelanggan ragu membeli?
- Keluhan apa yang sering muncul?
- Fitur atau layanan apa yang diinginkan pelanggan?
- Mengapa pelanggan memilih produk kompetitor?
Dari informasi tersebut, bisnis dapat menemukan peluang untuk melakukan perbaikan.
9. Kelola Keuangan dengan Baik
Bisnis yang memiliki penjualan tinggi belum tentu memiliki kondisi keuangan yang sehat.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mencampurkan uang bisnis dengan uang pribadi. Hal ini dapat membuat pemilik usaha kesulitan mengetahui kondisi keuangan sebenarnya.
Biasakan mencatat:
- Pendapatan
- Pengeluaran
- Modal
- Biaya operasional
- Utang
- Piutang
- Keuntungan
- Persediaan
Pencatatan keuangan secara digital juga dapat membantu bisnis memiliki data yang lebih terstruktur. Bank Indonesia menyoroti pentingnya pencatatan keuangan digital untuk mendukung efisiensi, tata kelola, dan akses pembiayaan UMKM.
10. Kelola Stok dengan Tepat
Untuk bisnis yang menjual barang, pengelolaan stok tidak boleh diabaikan.
Stok yang terlalu banyak dapat membuat modal tertahan. Sebaliknya, stok yang terlalu sedikit dapat menyebabkan pelanggan kecewa karena produk tidak tersedia.
Gunakan pencatatan stok yang teratur untuk mengetahui:
- Produk yang paling banyak terjual
- Produk yang kurang diminati
- Jumlah stok saat ini
- Waktu pembelian barang
- Produk yang perlu segera restock
Dengan data tersebut, keputusan pembelian stok dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan sekadar perkiraan.
11. Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Produk yang bagus akan lebih bernilai jika didukung pelayanan yang baik.
Pelayanan sederhana seperti membalas pesan dengan sopan, memberikan informasi yang jelas, memproses pesanan dengan tepat, dan menangani keluhan secara profesional dapat memberikan pengalaman positif kepada pelanggan.
Pelanggan yang mendapatkan pengalaman baik memiliki peluang untuk kembali membeli dan merekomendasikan bisnis kepada orang lain.
12. Manfaatkan Data untuk Mengambil Keputusan
Jangan menjalankan bisnis hanya berdasarkan perasaan.
Gunakan data untuk mengetahui perkembangan usaha.
Contohnya:
- Produk dengan penjualan tertinggi
- Waktu penjualan paling ramai
- Jumlah pelanggan baru
- Jumlah pelanggan yang melakukan pembelian ulang
- Biaya pemasaran
- Pendapatan bulanan
- Produk yang kurang diminati
Data tersebut dapat membantu pemilik bisnis menentukan strategi berikutnya.
Misalnya, jika sebuah produk memiliki penjualan tinggi selama beberapa bulan, bisnis dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan stok atau membuat variasi baru.
13. Buat Promo dengan Perhitungan
Promo dapat digunakan untuk menarik pelanggan, tetapi jangan sampai setiap penjualan justru mengurangi keuntungan secara berlebihan.
Beberapa bentuk promo yang dapat digunakan antara lain:
- Diskon terbatas
- Paket bundling
- Gratis ongkir sesuai ketentuan platform
- Bonus pembelian
- Promo pelanggan baru
- Program loyalitas pelanggan
Sebelum membuat promo, hitung terlebih dahulu biaya produk, biaya operasional, biaya pemasaran, dan margin keuntungan.
Bank Indonesia juga memberikan edukasi bagi pelaku e-commerce mengenai branding, promo, pengelolaan stok, pencatatan kas, serta interaksi dengan pelanggan.
14. Bangun Relasi dan Jaringan Bisnis
Bisnis tidak harus berkembang sendirian.
Membangun hubungan dengan pelaku usaha lain dapat membuka peluang baru, seperti kerja sama pemasaran, supplier, reseller, distribusi, hingga kolaborasi produk.
Jaringan bisnis juga dapat menjadi sumber informasi mengenai tren pasar dan peluang yang sedang berkembang.
Kolaborasi antara UMKM dan perusahaan yang lebih besar juga dapat membuka akses terhadap pasar, teknologi, pengalaman, dan jaringan usaha yang lebih luas.
15. Terus Berinovasi
Kebutuhan pelanggan dapat berubah seiring waktu. Karena itu, bisnis perlu terus melakukan evaluasi dan inovasi.
Inovasi tidak selalu berarti membuat produk yang sepenuhnya baru.
Inovasi dapat berupa:
- Perbaikan kualitas
- Kemasan baru
- Varian produk
- Sistem pemesanan yang lebih mudah
- Metode pembayaran baru
- Layanan pelanggan yang lebih baik
- Pemanfaatan teknologi
- Strategi pemasaran baru
Bisnis yang mau belajar dan beradaptasi akan memiliki lebih banyak peluang untuk menghadapi perubahan pasar.
16. Manfaatkan Pembayaran Digital
Kemudahan pembayaran dapat membuat proses transaksi menjadi lebih praktis.
Untuk bisnis yang sesuai, pembayaran digital seperti QRIS dapat menjadi salah satu pilihan. Hingga Juni 2026, Bank Indonesia mencatat QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant, dengan 96,68% merchant tersebut merupakan UMKM.
Selain mempermudah pembayaran, pencatatan transaksi digital juga dapat membantu bisnis memperoleh data transaksi yang lebih terstruktur.
17. Buat Evaluasi Bisnis Secara Berkala
Strategi yang sudah dijalankan perlu dievaluasi.
Evaluasi dapat dilakukan setiap minggu atau setiap bulan dengan melihat beberapa indikator seperti:
- Penjualan
- Keuntungan
- Pengeluaran
- Jumlah pelanggan
- Performa promosi
- Performa konten
- Produk terlaris
- Produk yang kurang diminati
Dari hasil evaluasi tersebut, tentukan strategi mana yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dihentikan.
Strategi Bisnis Sederhana yang Bisa Diterapkan
Jika masih bingung harus mulai dari mana, gunakan alur sederhana berikut:
Kenali pelanggan → tentukan kebutuhan → buat produk yang relevan → bangun brand → promosikan secara digital → berikan pelayanan terbaik → catat hasil → evaluasi → lakukan perbaikan.
Strategi tersebut dapat diterapkan baik oleh bisnis kecil maupun usaha yang sudah memiliki pelanggan tetap.
Kesimpulan
Mengembangkan bisnis membutuhkan lebih dari sekadar modal dan produk. Pelaku usaha perlu memahami pelanggan, membangun brand, mengelola keuangan, memberikan pelayanan yang baik, memanfaatkan teknologi, serta melakukan evaluasi secara rutin.
Di era digital, peluang untuk memperluas pasar semakin terbuka. Digitalisasi dapat digunakan untuk pemasaran, transaksi, pencatatan keuangan, pengelolaan stok, hingga membangun hubungan dengan pelanggan. Bank Indonesia pada 2026 juga menempatkan digitalisasi, inovasi, perluasan akses pasar, dan penguatan pembiayaan sebagai bagian penting dalam mendorong UMKM agar semakin berkembang.
Pada akhirnya, tidak ada satu strategi yang cocok untuk semua bisnis. Kunci utamanya adalah memahami kondisi usaha, mengenali kebutuhan pelanggan, menggunakan data sebagai dasar evaluasi, dan terus beradaptasi terhadap perubahan.
Dengan strategi yang terencana dan konsisten, bisnis memiliki dasar yang lebih kuat untuk bertahan, berkembang, dan menciptakan peluang baru di tengah persaingan yang semakin dinamis.
